Latih Kreativitas dengan Lilin untuk Permainan Anak yang Mendidik

Savids – Salah satu permainan anak yang mendidik ini seringkali dikenal dengan plastisin. Saat ini, permainan menggunakan plastisin sudah masuk ke pendidikan Taman Kanak-Kanak. Itu bagus. Soalnya cukup banyak manfaat yang bisa didapatkan langsung oleh si anak. Berikut ini ada beberapa manfaat sekaligus inspirasi cara memainkan plastisin atau mainan lilin.

Mainan Lilin Latih Kepekaan Anak pada Warna

Apakah manfaat ini berguna untuk masa depan si anak? Tentu saja. Warna-warna tunggal atau yang dikombinasikan itu akan merangsang gairah imajinasinya. Sama pentingnya dengan mengenali karakter dalam bacaan buku. Paduan warna yang dimainkan secara kreatif bisa membuat daya kembang otaknya meningkat drastis.

Khususnya lagi untuk anak yang berusia di bawah 3 tahun. Hanya saja, selagi dia bermain, dampingi biar tidak dimakan. Maklum, anak usia batita masih sering suka-suka dia saja ketika main. Manfaat seperti kepekaan warna ini akan begitu terasa ketika dia menginjak masa-masa sekolah yang tentu bakal bersentuhan dengan lebih banyak hal kreatif lainnya.

Mainan Lilin Bisa Memperkuat Minat Anak pada Dunia

Dunia ini sangat luas. Cara memperkenalkannya bisa dengan menggunakan mainan lilin ini. Plastisin yang dijual acapkali dalam bentuk kotak-kotak. Baru bisa dibuat apa saja. Sebagai pengalaman pertama, coba Anda rangsang kreativitasnya dengan mengembangkan lilin jadi beberapa karakter. Lengkap dengan latarnya.

Setelah itu contohkan dengan percakapan antara karakter yang dibuat. Nanti si kecil biasanya akan mengikuti. Dunia sejatinya berkembang seperti itu. Setiap hari selalu ada interaksi yang menimbulkan reaksi secara berkesinambungan. Dengan memperkenalkan dunia pada anak sejak dini, maka minatnya untuk mengetahui dunia lebih luas lagi tentu lebih besar.

Mampu Merangsang Saraf Motorik Halus

Permainan anak yang mendidik ini memang patut dilestarikan, bukan hanya di TK, melainkan di SD pula. Seharusnya sih begitu. Soalnya bisa juga untuk merangsang perkembangan saraf motorik halus. Fungsi saraf ini jika sudah diaktifkan akan mengantarkan impuls dari peredaran dara manusia kepada reaksi tubuh terhadap rangsangan yang ada.

Reaksi tersebut bisa berupa ide yang melintasi kepala. Bisa pula dalam bentuk lainnya. Ketika saraf motorik demikian terlatih untuk bersikap lebih reflektif, secara tidak langsung bisa mengasah kepekaan indera luar-dalam si anak. Rangsangan ini terjadi ketika tangannya menguleni plastisin, memilin, maupun berbagai kegiatan membentuk sesuatu.

Melatih Perkembangan Sosialisasi Anak

Jika kegiatan membentuk benda baru dengan plastisin dilakukan dalam lingkungan sekolah, maka perkembangan sosialisasinya juga bisa terasah. Lazimnya begitu. Soalnya anak-anak akan saling berinteraksi dengan ciptaannya masing-masing. Biar lebih teratur, dampingi si kecil selagi masih berada di TK.

Bukan maksud membuat anak manja, bukan. Berhubung dia masih kecil, ketika orang tua datang, dia makin semangat belajar. Termasuk semangat dalam membentuk benda-benda baru dengan plastisin. Kelihatannya memang sepele. Pelatihan kreativitas semacam ini sangat berguna untuk masa depan si kecil kelak.

Bantu Si Kecil untuk Terus Menciptakan Benda-Benda Baru Tiap Hari

Kerapkali si kecil akan kehilangan arah ketika bermain plastisin. Hal itu hanya dimungkinkan oleh satu hal, yakni kekurangan inspirasi. Untuk membantu mengembangkan idenya, berikan saja gambar-gambar binatang, tumbuhan, dan lain-lainnya. Jangan lupa pula bacakan cerita yang bagus agar inspirasi yang ditangkap bisa diceritakan lewat bentukan plastisin.

Sekali lagi, saat si kecil masih berusia 3 tahun ke bawah, atau mungkin 5 tahun ke bawah, dampingi dia ketika bermain plastisin. Soalnya sama sekali tidak boleh dimakan dan cukup berbahaya karena berbahan dari lilin. Permainan anak yang mendidik ini dijual dengan harga yang cukup murah kok. Per bungkusnya paling-paling tidak sampai 5 ribu Rupiah.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX5A4A16A0735FE